Studi Kualitas Air Minum Indonesia (SKAMRT) 2021

    Penyediaan air minum yang aman untuk dikonsumsi adalah salah satu bentuk pelayanan umum yang harus disediakan oleh negara. Indonesia adalah satu dari negara-negara yang berkomitmen mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Target yang harus dicapai berkaitan dengan air minum seperti mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua, atau memiliki akses layanan air minum aman dan berkelanjutan sesuai SDG 6.1.1.

    Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan angka proporsi rumah tangga menurut tingkat risiko cemaran lingkungan terhadap SAM berdasarkan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), menganalisis distribusi rumah tangga berdasarkan akses jenis SAM, keterjangkauan ketersediaan, dan alasan pemilihan jenis SAM, mengukur kualitas air minum tingkat rumah tangga menurut parameter fisik, kimia dan mikrobiologi, menganalisis angka proporsi rumah tangga menurut perilaku pengelolaan air minum skala rumah tangga, dan proporsi rumah tangga yang memiliki akses air minum aman.

    Penelitian ini dilakukan secara potong lintang di seluruh kabupaten kota di 34 provinsi menggunakan subsampel Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Kor Maret 2020, dengan 25.000 rumah tangga sebagai sampel. Data yang yang dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala rumah tangga atau yang mewakili, uji sampel air SAM dan air siap minum di rumah tangga, serta IKL SAM yang menjadi sumber utama air minum rumah tangga. Pelaksana pengumpul data adalah sanitarian dari puskesmas yang telah dilatih. Dari hasil IKL sesuai jenis SAM, risiko rendah paling banyak ditemukan pada SAM ledeng/perpipaan (96,7%), sedangkan proporsi terendah untuk risiko rendah terdapat pada SAM sumur gali (54,4%) dan penampungan air hujan (56,7%). Hasil IKL SAM di perkotaan lebih baik dibandingkan dengan SAM di perdesaan. Jenis air SAM yang paling banyak digunakan adalah air isi ulang (31,1%). Lokasi air SAM didalam rumah sebanyak 61,1%, dikawasan dalam pagar rumah sebanyak 21,9% dan di luar kawasan pagar rumah sebanyak 17,0%. Sebanyak 95,8% rumah tangga air SAM selalu tersedia. Hasil pengujian kualitas air SAM menunjukkan air SAM yang tidak memenuhi syarat berdasarkan parameter TDS 6,3%, E.coli 68,9%, Nitrat 2,4% dan Nitrit 4,2%. Akses air minum layak secara nasional sebanyak 93%, akses air minum aman yang dinilai dari parameter E.coli sebanyak 25,9% dan akses air minum aman yang dinilai dari parameter TDS, E.coli, pH, Nitrat, dan Nitrit sebanyak 17,1%.

 

:: Download